BENGKULU TENGAH,tobagoes.com bengkulu – Pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Bengkulu Tengah kembali menjadi sorotan. Meski memiliki bangunan megah dan fasilitas yang terlihat mentereng, kondisi di lapangan justru menunjukkan lemahnya tata kelola dan ketidaktertiban birokrasi.
Temuan ini mencuat saat kunjungan silaturahmi yang dilakukan Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawasan Anggaran (BPI KPNPA) RI Wilayah Bengkulu pada Kamis, 23 April 2026.
Kedatangan tim BPI KPNPA RI sejatinya bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus koordinasi dengan pihak manajemen rumah sakit. Namun, setibanya di lokasi, rombongan justru tidak dapat menemui satu pun pejabat yang berwenang.
Berdasarkan keterangan salah satu staf rumah sakit, seluruh pihak yang berwenang menerima tamu disebut sedang tidak berada di tempat. Kondisi ini membuat tim BPI KPNPA RI harus berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain tanpa kejelasan.
Ironisnya, rombongan hanya didampingi oleh seorang staf dan akhirnya harus menunggu tanpa kepastian di depan pintu, tanpa ada kejelasan terkait penerimaan tamu resmi.
Situasi ini memicu kritik tajam. Pasalnya, sebagai fasilitas kesehatan milik pemerintah, Rumah Sakit Kabupaten Bengkulu Tengah dinilai belum menunjukkan manajemen pelayanan yang profesional, tertib, dan terstruktur.
“Bangunan besar dan megah seharusnya diimbangi dengan sistem pelayanan yang baik dan birokrasi yang jelas,” ujar salah satu sumber dari tim BPI KPNPA RI.
Pihak BPI KPNPA RI Wilayah Bengkulu berharap ke depan manajemen rumah sakit dapat segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam hal sistem pelayanan, koordinasi internal, serta keterbukaan terhadap masyarakat dan instansi yang berkepentingan.
Jika tidak segera diperbaiki, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada kepercayaan publik terhadap pelayanan kesehatan di daerah tersebut.


