Syamsuyudi, SH Soroti Isu Liar di Medsos, Harap Pihak Istana Segera Menyikapi

BENGKULU, tobagoes.com  – Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Wilayah Bengkulu, Syamsuyudi, SH, menimbulkan tanda tanya terkait beredarnya isu liar di media sosial yang menyeret nama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) Letjen TNI Djon Afriandi.

Isu yang beredar menyebutkan adanya ketidaksesuaian dalam pengaturan waktu pertemuan di lingkungan Istana, yang kemudian memicu spekulasi dan narasi yang belum terverifikasi. Menanggapi hal tersebut, Syamsuyudi menyampaikan keprihatinannya atas penyebaran informasi yang dapat menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Kami melihat adanya isu yang beredar luas di media sosial yang menyangkut nama-nama pejabat tinggi negara. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan besar di tengah publik, apakah informasi tersebut benar adanya atau hanya sekadar rumor yang tidak berdasar,” ujar Syamsuyudi, Rabu (22/4/2026).

Lebih lanjut, Syamsuyudi berharap agar pihak terkait, khususnya dari lingkungan Istana, dapat segera memberikan tanggapan dan klarifikasi yang jelas dan transparan. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta mencegah penyebaran informasi yang salah atau menyesatkan.

“Saya berharap agar dari pihak Istana dapat cepat menyikapi pemberitaan yang ada di media sosial. Klarifikasi yang cepat dan akurat akan membantu masyarakat memahami fakta yang sebenarnya, serta menjaga stabilitas dan ketertiban umum,” tambahnya.

Sebelumnya, isu tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan di platform media sosial, yang kemudian menyebar luas ke berbagai platform digital. Namun, pihak Komando Pasukan Khusus (Kopassus) telah memberikan klarifikasi resmi yang menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hoaks atau berita bohong yang tidak memiliki bukti valid, dan sengaja disebarkan untuk menciptakan kegaduhan serta memecah soliditas internal lembaga negara.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news