spot_img
spot_img

Kapasitas 11.000 ekor Ayam Pedaging Broiler, upaya Kades Gusmadi Mendongkrak Peningkatan Kesejahteraan Warga Desa Bungin Tambun III Kabupaten Kaur

Ayam Pedaging Broiler Gusmadi Kades Bungin Tambun III
Ayam Pedaging Broiler Gusmadi Kades Bungin Tambun III
Ayam pedaging Broiler yang lebih dikenal masyarakat sebagai “ayam potong” merupakan komoditi yang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat Indonesia hingga ke pelosok desa, dalam usaha ternak kebutuhan rumah tangga saja selalu menguntungkan apalagi dalam skala besar.
Hal inilah yang membangkitkan motivasi seorang Kepala Desa Bungin Tambun III Kecamatan Padang Guci Hulu Kabupaten Kaur dalam upayanya meningkatkan nilai tambah perekonomian masyarakat desanya dengan melirik usaha peternakan ayam pedaging Broiler.
Dikonfirmasi langsung oleh toBagoes.Bengkulu bersama Syamsuyudi SH Ketua BPI KPNPA RI Wilayah Bengkulu hingga ke lokasi kandang ayam pedaging Broiler, didapatkan sang kades yang sekaligus adalah Ketua APDESI Provinsi Bengkulu sedang memberikan petunjuk-petunjuk pemberian pakan kepada “anak kandang” yang merupakan karyawan andalannya selama ini karena memiliki kemampuan kerja yang sudah teruji.
Menurut Gusmadi, Angka mortalitas wajar untuk peternakan ayam broiler sebaiknya kurang dari 5% secara keseluruhan. Ini berarti bahwa jika Anda memulai dengan 1000 ekor ayam, idealnya kurang dari 50 ekor yang mati selama pemeliharaan hingga masa panen, sementara untuk 11.000 ternak yang mereka tangani rata-rata kematian hanya mencapai 0,8% hingga maksimal 1,5% saja selama ini.
“ Hal ini bisa kami capai yaa karena tak luput dari manajemen kandang, kualitas pakan dan antisipasi atau pengendalian penyakit, tentu saja termasuk bimbingan secara berkesinambungan dari pihak relasi kerja kami PT.Ciomas” ujar Gusmadi.
PT Ciomas Adisatwa, bagian dari Japfa Group, adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang peternakan ayam broiler, khususnya dalam pola kemitraan dengan peternak. Mereka menyediakan bibit (DOC), pakan, dan obat-obatan, serta membimbing peternak dalam pemeliharaan. Peternak plasma sebagai mitra, menyediakan kandang dan tenaga kerja sementara PT Ciomas Adisatwa bertanggung jawab atas pemasaran hasil panen.
Dijelaskan oleh Gusmadi, Dana desa dapat digunakan untuk berbagai kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, termasuk mendukung usaha ekonomi produktif dan kewirausahaan. Selain itu, dana desa juga dapat digunakan untuk pengembangan keterampilan masyarakat melalui pelatihan vokasional, yang memungkinkan mereka mencari pekerjaan atau memulai usaha sendiri.

“Saat ini saya bersama jajaran BPD dan masyarakat desa sedang memprioritas Penggunaan Dana Desa untuk Pemberdayaan Ekonomi, membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha ekonomi mereka, seperti usaha pertanian, peternakan, perikanan, kerajinan, atau usaha lainnya yang sesuai dengan potensi desa.

Tahapan yang sedang kami galakkan diantarnya Mendukung Usaha Ekonomi Produktif, Pengembangan Kewirausahaan, Pelatihan Vokasional, Penguatan Kapasitas, Promosi Produk Lokal serta Peningkatan Akses Pembiayaan” paparnya sambil memandu kami berkeliling kandang.

Sementara itu, Syamsuyudi SH, Ketua BPI KPNPA RI Wilayah Bengkulu secara langsung menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah strategis pak Kades Gusmadi, “Saya sangat mengapresiasi program strategis dari pak kades dan warga Bungin Tambun III” ujar Syamsuyudi
“Bermula, saya mendengar informasi tentang adanya usaha Pengembangan Kewirausahaan oleh Kades sebuah desa di Kabupaten Kaur yang sangat jarang diekspos, ternyata sudah berjalan beberapa tahun dengan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desanya, saya dengar bahkan bisa mensubsidi biaya beli gas LPJ masyarakat hingga 8 ribu rupiah per tabung, 3 tabung dalam 1 minggu setiap kk”  sambung Syamsuyudi.

 

Editorial : 46Silent_Ags

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news