TOBAGOES.BENGKULU – Malang nasib Reza Akibat Tindakan Kekerasan Setelah menjadi korban dugaan penganiayaan yang menyebabkan cacat permanen, pelajar berusia 16 tahun asal Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Kini Reza harus menghadapi kenyataan pahit lainnya: ia diberhentikan dari sekolahnya di SMKN 6 Rejang Lebong.
Akibat Tindakan Kekerasan Keluarga Reza mengaku terpukul ditambahlagi hasil keputusan sekolah untuk dimintah membuat surat pengunduran diri dari sekolah . Rovi, ayah Reza, menyampaikan bahwa pihak sekolah datang langsung ke rumah mereka.
“Akibat Tindakan Kekerasan ! Lumpuh Kini Terancam Tak Bisa Sekolah Reza sudah diberhentikan dari sekolah. Tadi guru-gurunya ke sini dan menjelaskan bahwa Reza harus hadir di sekolah. Kami juga diminta membuat surat pengunduran diri,” ujar Rovi, Kamis (12/6/2025), dikutip dari berbagai sumber.
“Kami sedang konsultasi apakah ada langkah hukum atau administrasi agar Reza bisa tetap sekolah. Rovi juga mengatakan bahwa istrinya sudah membuat surat tersebut, meskipun hati mereka berat. Kasihan sekali dia sekarang, apalagi sudah saatnya naik ke kelas 3 SMK,” ucapnya
Sebelumnya Reza menjadi korban penganiayaan berat yang menyebabkan luka fisik serius hingga dinyatakan mengalami cacat permanen.
Kasus ini telah melalui proses hukum, di mana dua orang terdakwa telah disidangkan di Pengadilan Negeri Curup, Kabupaten Rejang Lebong.
Satu terdakwa lebih dulu divonis oleh hakim tunggal Eka Kurnia Ningsih, SH, MH, beberapa hari lalu.
Namun, vonis tersebut memicu kritik dari kalangan masyarakat, terutama mahasiswa yang menilai keputusan itu tidak mencerminkan keadilan, bahkan sempat menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes.
Vonis ini sedikit lebih berat, namun tetap menuai sorotan karena luka yang dialami korban berdampak permanen, baik secara fisik maupun psikologis.
Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat yang menilai seharusnya korban mendapat perlindungan dan pendampingan, bukan justru dihadapkan pada beban tambahan.Selain menjadi korban kekerasan, kini ia juga terancam kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan.
Banyak pihak kini berharap ada solusi dari pemerintah daerah maupun instansi pendidikan, agar Reza bisa kembali melanjutkan sekolah dan menata masa depannya.(*A)


