spot_img
spot_img

Langkah Dinas PUPR Respons Jalan Berlumpur di Mukomuko

TOBAGOES.BENGKULU – Langkah Dinas PUPR Respons Jalan Berlumpur di Mukomuko dari tayangan vidio  memperlihatkan seorang guru mendorong sepeda motornya di jalan berlumpur di Desa Cinta Asih, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, sempat viral di media sosial.

Akses jalan yang rusak parah ini ternyata menjadi persoalan Langkah Dinas PUPR Respons Jalan Berlumpur di Mukomuko yang juga dirasakan oleh warga di tiga desa lainnya di kecamatan tersebut.
Menanggapi viralnya kondisi jalan tersebut, Langkah Dinas PUPR Respons Jalan Berlumpur di Mukomuko ini, Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung mengambil langkah.

Saat ini, Dinas PUPR tengah mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk membangun jalan yang menghubungkan empat desa di Kecamatan Air Rami.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat

Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Apriansyah, mengatakan bahwa pihaknya telah diminta oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu untuk menyerahkan data kondisi jalan tersebut.

Bengkulu kuliner

Data ini akan dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Database Jalan (SIPDJD) sebagai langkah awal mendapatkan alokasi anggaran pusat.

“Baru-baru ini kami diminta menyerahkan data kondisi jalan oleh BPJN Bengkulu. Ini penting untuk proses pengajuan bantuan pembangunan dari pemerintah pusat,” ujar Apriansyah pada Sabtu, 31 Mei 2025.

Rencana Awal Tertunda karena Efisiensi Anggaran

Sebenarnya, proyek pembangunan jalan ini sudah direncanakan akan direalisasikan pada tahun 2025 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp22 miliar.

Namun, akibat kebijakan efisiensi anggaran, rencana tersebut akhirnya ditunda.

“Pembangunan jalan ini sudah kami anggarkan melalui DAK, tetapi karena efisiensi anggaran di tingkat pusat, pelaksanaannya harus ditunda,” ungkapnya.

Target Pembangunan Tahun 2026

Kini, Dinas PUPR tengah mencari solusi alternatif. Salah satunya adalah dengan mengupayakan pendanaan dari Instruksi Presiden (Inpres) atau melalui APBN.

Pemerintah daerah berharap pembangunan dapat direalisasikan pada tahun 2026.

“Kami memahami keresahan masyarakat dan berharap agar mereka tetap bersabar. Solusi sementara seperti penimbunan batu koral tidak cukup memadai untuk jangka panjang. Kami terus berupaya agar pembangunan jalan ini dapat dibiayai melalui dana Inpres,” jelasnya.

Ia juga meminta dukungan penuh dari masyarakat agar proses koordinasi dengan pemerintah pusat bisa berjalan lancar dan pembangunan segera terealisasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Latest news

Related news