BENGKULU.TOBAGOES.COM – Selasa pagi 02 Juni 2025, di halaman Kantor Bupati Kabupaten Seluma Bergejolak merupakan preseden buruk bagi pemerintahan Kepala Daerah yang baru, Bupati Seluma Teddy Rahman, yang sangat nyata tidak dapat mengemban amanah atas Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 8 Tahun 2025, bahwa “Gaji kepala desa dan perangkatnya dibayarkan setiap bulan”.
Ketua APDESI , Alta Harmiyanto, mengatakan Seluma Bergejolak diakibatkan “Pencairan ADD belum direalisasikan sejak Januari hingga Mei 2025, keterlambatan pencairan ADD bukan hanya berdampak pada penghasilan tetap (Siltap) kepala desa dan perangkatnya saja, tetapi berdampak pada gaji kader posyandu, pengurus masjid, linmas, dan aparat adat di desa!” ujarnya.
Maka dalam Seluma Bergejolak aksi besok bersama tiga organisasi desa yakni Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI), dan Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) akan menggelar aksi damai terhadap Pemerintaqh Seluma pada Selasa 3 Juni 2025 untuk menuntut pencairan Alokasi Dana Desa (ADD).
“Kepala desa itu punya tanggung jawab terhadap pengurus masjid, linmas, dan lainnya, bayangkan saja, dari total 180 desa di Kabupaten Seluma, sebanyak 141 desa sudah mengajukan pencairan ADD, namun baru enam desa yang dana ADD-nya berhasil dicairkan, entah alasan teknis apa lagi yang jadi alasan Pemda!” pungkasnya menyesalkan.
Turut hadir diantara kelompok-kelompok para Kades yang ada di lingkungan Kantor Pemda Seluma, Ketua Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Wilayah Bengkulu, Syamsuyudi,SH yang saat dikonfirmasi awak media menyampaikan rasa penyesalan atas buruknya manajemen pengelolaan keuangan di Pemda Seluma saat ini.
”Apapun alasannya tentu tidak dapat diterima begitu saja, karena hal ini berdampak langsung pada nasib khalayak ramai aparatur desa dan perangkatnya, yaa mau tidak mau Pemda Seluma mencarikan alternatif secepatnya!” tegas beliau.
Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Seluma AKBP. Bonar Ricardo P. Pakpahan,SIK,MIK menjelaskan kepada awak media akan menurunkan dua hingga tiga peleton personel guna mengamankan jalannya aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh para Kepala Desa (Kades) dan perangkat desa se-Seluma, Provinsi Bengkulu pada Selasa, 03 Juni 2025 di halaman kantor Bupati Seluma.
“Untuk personel nanti akan disiapkan sekitar 2 hingga 3 Pelton yang nanti akan di backup juga dari jajaran Polsek, semoga saja aksi damai ini bisa berjalan baik dan terkendali, karena penyampaian aspirasi langsung itu merupakan hak seluruh warga negara, tentu kita apresiasi jika dilakukan dengan cara yang bijak” papar Kapolres Seluma disela-sela mengikuti rapat pertemuan antara APDESI dan PPDI, Senin 02 Juni 2025.
Di tempat terpisah, Bupati Seluma, Teddy Rahman memberikan keterangan “Memang ada hambatan teknis, pada proses pengajuan dari pihak desa yang belum lengkap, tentu pencairan juga ikut tertunda. Saya harap kita sama bisa bersabar, saat ini enam desa sudah menerima dana ADD. Hari ini (2/6/2025), InsyaAllah, pencairan untuk 70 desa dan desa lainnya akan direalisasikan ke rekening masing-masing,” ujarnya.


